ITTIHAD AL-MAJLIS AL-HUKMI DALAM AKAD NIKAH VIRTUAL: INTEGRASI FIKIH KONTEMPORER, HUKUM POSITIF INDONESIA, DAN MAQASID AL-SYARI‘AH
Abstract
Praktik akad nikah virtual memicu dialektika normatif antara sakralitas doktrin ittihad al-majlis, keterbatasan akomodasi teknologi dalam hukum positif Indonesia, dan desakan perlindungan hak-hak keperdataan keluarga. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep ittihad al-majlis, menilai kedudukan akad nikah virtual dalam hukum positif Indonesia, serta menguji kesesuaiannya dengan maqasid al-syari‘ah. Penelitian hukum normatif-doktrinal ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, komparatif-fungsional, dan maqasid. Bahan hukum primer mencakup peraturan perkawinan Indonesia, Kompilasi Hukum Islam, Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024, dan Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2021, yang dianalisis secara kualitatif-preskriptif bersama literatur fikih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih kontemporer memperlihatkan pergeseran dari pemaknaan majelis secara formal-spasial menuju kesatuan peristiwa hukum yang menekankan kesinambungan ijab kabul, simultanitas, kepastian identitas, dan integritas kesaksian. Keputusan MUI membuka kemungkinan akad daring secara bersyarat, sedangkan Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024 baru mengakui video daring dalam konteks perwakilan dan belum mengatur ijab kabul virtual langsung. Kondisi ini menghasilkan asimetri antara keabsahan syar‘i dan legalitas administratif. Penelitian ini menawarkan konsep ittihad al-majlis al-hukmi yang bertumpu pada lima unsur kumulatif: autentisitas subjek, kesamaan waktu, kesinambungan komunikasi, keutuhan kesaksian, dan kepastian hukum. Oleh karena itu, akad nikah virtual dapat diposisikan sebagai alternatif bersyarat, bukan pengganti umum akad tatap muka, apabila memenuhi tiga lapisan keabsahan, yaitu syar‘i, teknologis, dan yuridis-administratif. Temuan ini menegaskan perlunya regulasi teknis mengenai autentikasi identitas, integritas media, pengawasan pejabat, dokumentasi, dan pencatatan resmi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A Hasyim, Reinterpretasi Konsep Ittihad Al-Majlis dalam Akad Muamalah dan Munakahat Kontemporer. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Vol. 22, No. 1, 2022
Abd al-Raḥman al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala al-Madhahib al-Arba‘ah, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2002
Abdul Hakim, M. Noor Harisuddin, dan A. Khoirul Anam, Online Marriage During the Covid-19 Pandemic: A Study of the Fatwas in Egypt, Iraq, Syria, and Saudi Arabia, Al-'Adalah: Jurnal Hukum dan Syariah, Vol. 19, no. 1, 2022
Abdul Halim, Dinamika Akad Nikah Daring via Video Konferensi dalam Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia, Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam,Vol. 5, No. 2, 2021
Al-Jamil, M., & Fitriani, R. Transformasi Akad Nikah di Era Digital: Tinjauan Hukum Islam terhadap Pernikahan Daring. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 14, No. 1, 2021
Edmon Makarim, Hukum Informatika dan Sistem Elektronik: Prinsip-Prinsip Pembuktian dan Keabsahan Dokumen Elektronik, Jakarta: Rajawali Pers, 2010
Hakim, A., & Qodsiyah, B. H, Online marriage during the COVID-19 pandemic: A study of the fatwas in Egypt, Iraq, Syria, and Saudi Arabia, Al-Adalah, Vol. 19, No. 1, 2022
Hayati, S. M., Khitam, H., Erfan, Z., & Amini, Religious tradition and technology: Debate among penghulus about online marriage law in Banjarmasin, Journal of Islamic Law, Vol. 5, No. 1, 2024
Ibn Qudamah, Al-Mughni, Riyadh: Dar 'Alam al-Kutub, 1997
Iffatin Nur, Reconstruction of Islamic Marriage Law in Indonesia Through Jasser Auda's Maqasid al-Shariah Philosophy," Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, Vol. 16, no. 2: 2021
Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach, London: The International Institute of Islamic Thought, 2008
Jasser Auda, Membumikan Hukum Islam melalui Maqasid Syariah, terj. Rosidin dan Ali ‘Abd el-Mun‘im, Bandung: Mizan, 2015
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan
M. Amin Taufiq, M. B., Ahmed, A. S., & Idrees, M. U. H. M, Online marriage in the perspective of fiqh nawazil. Jurnal Hukum Islam, Vol. 21, No. 1, 2023
M. Fahmi, Keabsahan Pernikahan Virtual Berdasarkan Perspektif UU ITE dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Yudisial, Vol. 14, No. 2: 2021
Majma' al-Fiqh al-Islami al-Dawli (International Islamic Fiqh Academy), Qararat wa Taushiyat Majma' al-Fiqh al-Islami al-Dawli, Keputusan No. 52 (6/6) tentang Akad Melalui Alat Komunikasi Modern, Jeddah: OIC, 1990
Marzuki, Tinjauan Fikih Empat Mazhab terhadap Ijab Kabul Melalui Media Telekonferensi, Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 9, No. 2, 2019
Muhammad bin Ahmad al-Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma'rifat Ma'ani Alfazh al-Minhaj, Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1994
Muhammad Maksum, Fatwa-Fatwa Kontemporer tentang Nikah Online: Dialektika Antara Teks Agama dan Realitas Sosial, Jurnal Hukum Islam, Vol. 18, no. 1, 2020
Muhammad Taufiq, Mohammad Badruddin Amin, Ahmed Salem Ahmed, dan Mohammad Umar Hafiz Mohammad Idrees, Online Marriage in the Perspective of Fiqh Nawazil, Jurnal Hukum Islam, Vol. 21, no. 1, 2023
Musarrofa, I., & Rohman, H, Urf of cyberspace: Solutions to the problems of Islamic law in the digital age, Al-Ahkam, Vol. 33, No. 1, 2023.
Musarrofa, I., Muttaqin, H., & Amaliyah, The problems of Islamic family law in the digital era and its relevance to renewal of the Compilation of Islamic Law, Jurnal Hukum Islam, Vol. 22, No. 1, 2024
Muwaffaq al-Din Ibn Qudamah, Al-Mughni, Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2024
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan
Risalan Basri Harahap dan Kaniya Amirah Barkah, Reconstructing the Validity of Marriage Contracts in the Digital Era: Jasser Auda's Maqâṣid al-Syarîʿah Perspective, Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol. 29, No. 2, 2025
Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2014
Sekretariat Komisi Fatwa MUI, Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia VII Tahun 2021
Syafiq, M., & Anwar, K, Legalitas Akad Nikah Virtual: Analisis Integratif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 21, No. 2, 2022)
Taufiq, M., Amin, M. B., Ahmed, A. S., & Idrees, M. U. H. M. Online marriage in the perspective of fiqh nawazil. Jurnal Hukum Islam, Vol. 21, No. 1, 2023
Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Damaskus: Dar al-Fikr, 2008
Yayan Sopyan, dkk., The Paradigm of Maqasid al-Shariah in the Dynamics of Islamic Family Law: A Response to the Tele-marriage Phenomenon, Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, Vol. 22, no. 1, 2022
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED BY:
JURNAL MIMBAR AKADEMIKA: Media Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan
ISSN Print: 2527-3256
ISSN Online: 2621-9247


